Akademiaagarut.com — Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) PBVSI Kabupaten Garut periode 2025–2030 menjadi penanda awal arah kerja organisasi bola voli di Garut untuk lima tahun ke depan.
Forum ini menegaskan pentingnya penataan struktur, pemahaman tugas setiap bidang, serta penyusunan program yang realistis dan dapat dilaksanakan sesuai kondisi objektif daerah.
Rakerkab tidak hanya membahas target dan rencana kegiatan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi awal terhadap kesiapan organisasi.
Dalam pembahasan, muncul kesepahaman bahwa keberhasilan PBVSI Garut tidak dapat bertumpu pada satu aspek saja, melainkan membutuhkan kerja kolektif seluruh bidang dengan batas kewenangan yang jelas.
Ketua PBVSI Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPO, menegaskan bahwa Rakerkab merupakan momentum untuk menyamakan persepsi antar pengurus.
“Yang paling penting bukan banyaknya program, tetapi kejelasan siapa mengerjakan apa, kapan dilaksanakan, dan dengan sumber daya seperti apa,” ujarnya.
Syakur Amin menilai bahwa program kerja lima tahunan harus disusun secara bertahap dan berorientasi pada penguatan fondasi organisasi.
Menurutnya, penataan administrasi, struktur, dan mekanisme kerja merupakan prasyarat sebelum melangkah ke target yang lebih tinggi.
Sementara itu, Nahdi Nahdiyanto, Ketua Pelaksana Harian PBVSI Garut, menyampaikan bahwa Rakerkab kali ini menyoroti perlunya penyelarasan antara struktur organisasi daerah dengan regulasi PBVSI di tingkat provinsi.
“Beberapa bidang memang perlu penegasan ulang posisinya agar tidak terjadi tumpang tindih. Ini bagian dari proses belajar dan pembenahan,” kata Nahdi.
Ia menambahkan bahwa ke depan PBVSI Garut akan memprioritaskan konsolidasi internal, termasuk penyesuaian struktur dan mekanisme koordinasi antarbidang, sehingga setiap program berjalan dalam koridor tugas yang jelas.
Pandangan serupa disampaikan Uus Susansyah selaku Ketua II yang bidang pembinaan prestasi. Menurutnya, keberhasilan pembinaan sangat bergantung pada dukungan organisasi yang tertata.
“Pembinaan tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan sistem, kompetisi yang terjadwal, serta manajemen organisasi yang rapi,” ujarnya.
Rakerkab PBVSI Garut 2025–2030 juga menekankan pentingnya penyusunan kalender kegiatan tahunan, penentuan skala prioritas, serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program.
Hal ini dinilai penting agar rencana kerja tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar menjadi panduan kerja.
Selain itu, forum ini menghasilkan sejumlah catatan strategis, antara lain:
1. Perlunya penguatan pemahaman tupoksi di setiap bidang,
2. Penyusunan program berbasis kondisi riil klub dan pembinaan di lapangan,
3. Peningkatan koordinasi lintas bidang sebelum pelaksanaan kegiatan,
4. Penataan sistem administrasi dan data organisasi.
Melalui Rakerkab ini, PBVSI Garut menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Periode 2025–2030 dipandang sebagai fase penting untuk memperkuat fondasi, agar pengembangan bola voli di Kabupaten Garut dapat berjalan lebih terarah dan konsisten ke depan. (*)















